Saudaraku, Mari Kita Berdo’a…

oleh -17 views

Bismillah

Kondisi yang ada telah kita ketahui bersama…

Wabah masih lagi ada entah sampai kapan berakhirnya…

Mari kita berbuat yang terbaik dengan Tawakal serta ikhtiar yang benar sesuai arahan agar tidak terpapar…

Jika ada diantara kita terpapar maka bersabar dan jangan berputus asa…

Jika ada diantara kita yang telah wafat maka kita berharap dan berdo’a agar Allah Ta’alaa mengampuni dosa-dosa mereka…

Wafat karena wabah atau karena lainnya adalah bagian dari ketetapan Taqdir Allah Ta’alaa…maka kita harus ikhlas menerimanya…

Kita berharap dan memohon kepada Allah Ta’alaa agar wabah ini segera diangkat…

Mungkin salah satu dari kita maqbul do’anya…

Mari saling mendo’akan kebaikan untuk sesama…

Mari pelajari ayat-ayat dan hadits-hadits di bawah ini (kalau dapat dibaca dan dipelajari semuanya, untuk murojaah / mengulang pelajaran)

1.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
“Do’a adalah ibadah.”

(HR. Abu Daud,At Tirmidzi ,Ibnu Majah dll)

2.Hadits lainnya…

‎ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal:

[1] Allah akan segera mengabulkan do’anya,

[2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan

[3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.”

Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata,

“Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.”

(HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa’id. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid)

3.Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

‎الدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ

Doa itu bermanfaat bagi apa-apa yang sudah terjadi ataupun yang belum terjadi. Hendaklah kalian memperbanyak berdoa, wahai hamba-hamba Allah.

(HR Tirmidzi, al Hakim, dari Ibnu Umar. Shahih al Jaami’, 3409.)

4. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

‎ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

Berdoalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala , sementara kalian yakin doa kalian dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lengah.

(HR at Tirmidzi, al Hakim, dari Abu Hurairah. Lihat Shahih at Tirmidzi)

5.Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengatakan :

‎مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالْكَرْبِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ

Barangsiapa yang suka Allah mengabulkan doanya pada saat-saat sempit dan kesulitan, maka hendaklah ia banyak-banyak berdoa pada saat-saat ia lapang.

(HR at Tirmidzi,al Hakim dan dishahihkannya, dan disetujui oleh adz Dzahabi dari Abu Hurairah)

6.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

‎يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي

Akan dikabulkan doa salah seorang di antara kamu selama dia tidak terburu-buru; ia mengatakan

“Aku sudah berdoa, namun tidak dikabulkan bagiku”.

(HR al Bukhari,dan Muslim, dari Abu Hurairah)

7.Hadits lainnya…

‎عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Dari Anas Radhiyallahu anhu , ia berkata: “Doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling sering diucapkan ialah:

“Ya Allah, Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka”.

[al-Bukhâri no. 6389 dan Muslim no. 2690].

8. Dari Abu Darda’ bahwa dia berkata bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

‎مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُوْ لأَِخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوْكِلُ بِهِ آمِيْنَ وَلَكَ بِمِثْلِ

“Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata : “Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan”.

[Shahih Muslim, kitab Doa wa Dzikir bab Fadli Doa fi Dahril Ghalib].

9. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

‎دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak ada di hadapannya terkabulkan dan disaksikan oleh malaikat yang ditugaskan kepadanya, tatkala dia berdoa untuk saudaranya, maka malaikat yang di tugaskan kepadanya mengucapkan : Amiin dan bagimu seperti yang kau doakan”. Shafwan berkata : “Lalu saya keluar menuju pasar dan bertemu dengan Abu Darda’, beliau juga mengutarakan seperti itu dan dia meriwayatkannya dari Nabi.

(Shahih Muslim)

10. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

‎اِتَّقِ دَعْوةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

“Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniyaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)”.

[Shahih Muslim, kitab Iman 1/37,38]

11. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

‎ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

“Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan ; doa orang yang teraniyaya; doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya”.

(Sunan Abu Daud, Sunan At-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah,Musnad Ahmad dll)

12.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

“Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.”

(HR. Tirmidzi no. 3373. Syaikh Al Albani mengatakan  bahwa hadits ini hasan)

13.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

‎أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadanya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu menginga(Nya)”.

(An-Naml/27 : 62)

14.Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

‎وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu”

[al-Mukmin/40: 60]

15.DO’A UNTUK MENGHILANGKAN KESUSAHAN

‎اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكِ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلاَءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي

Silahkan pelajari kalimat per kalimat di bawah ini

‎اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وابْنُ أَمَتِكَ،

Wahai Allâh! Sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, dan anak lelaki dari hamba-Mu yang lelaki dan anak lelaki dari hamba-Mu yang perempuan

‎نَاصِيَتِي بِيَدِك

nasib saya di tangan-Mu

‎مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ،

hukum-Mu berlaku pada saya

‎عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ

ketetapan-Mu adil pada saya;

‎أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ،

Saya memohon kepada-Mu dengan semua nama-Mu

‎سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ،

yang Engkau telah menamai diri-Mu dengannya

‎أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ،

atau yang telah Engkau turunkan di dalam Kitab-Mu,

‎أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ،

atau yang telah Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu

‎أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ،

atau yang telah Engkau sembunyikan di dalam ilmu gaib milik-Mu

‎أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي،

Jadikanlah al-Qur’an sebagai penyejuk hati saya

‎وَنُورَ صَدْرِي،

cahaya dada saya

‎وَجَلاَءَ حُزْنِي،

dan penghilang kesedihan saya

‎وَذَهَابَ هَمِّي

pelenyap rasa resah saya

Kalimat secara keseluruhan

“Wahai Allâh! Sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, dan anak lelaki dari hamba-Mu yang lelaki dan anak lelaki dari hamba-Mu yang perempuan, nasib saya di tangan-Mu, hukum-Mu berlaku pada saya, ketetapan-Mu adil pada saya; Saya memohon kepada-Mu dengan semua nama-Mu, yang Engkau telah menamai diri-Mu dengannya atau yang telah Engkau turunkan di dalam Kitab-Mu, atau yang telah Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu atau yang telah Engkau sembunyikan di dalam ilmu gaib milik-Mu; Jadikanlah al-Qur’an sebagai penyejuk hati saya, cahaya dada saya dan penghilang kesedihan saya dan pelenyap rasa resah saya”

Faidah:

Disebutkan dalam hadits riwayat imam Ahmad bahwa barangsiapa yang tertimpa kesusahan lalu dia membawa doa di atas, maka Allâh Azza wa Jalla akan menghilangkan kegelisahannya dan menggantinya dengan rasa bahagia.

Para Sahabat berkata, “Wahai Rasûlullâh! Seyogyanya kami mempelajari kata-kata di atas.”

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam menjawab, “Benar, seyogyanya setiap orang yang mendengarnya mempelajari kata-kata di atas.”

[HR. Ahmad, al-Musnad, 1/391. Hadits ini dinilai shahih oleh syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahîhah, no. 199].

Silahkan tambahkan sendiri pelajaran tentang doa-doa, cara berdo’a, waktu mustajab dan lain-lainnya yang diperlukan dalam susunan ini…

‎اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Disusun dari tulisan dan terjemahan duat jazaahumullah khoyron

Penyusun
Akhukkum fillah

Abdurrahim Ayyub
8 Dzulhijjah 1442

Bojongsari, Depok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.