Mentari Kehidupan

oleh -16 views

Bismillah
Semoga Rahmat, Keberkahan, Penjagaan dan Pertolongan Allah Ta’alaa Selalu menyerati kita semua… aamiin.
Saudaku inilah sedikit goresan pena di saat kita menghadapi wabah ini semoga bermanfaat

 

Mentari Kehidupan

Tetes embun pagi masih terasa sejuk
Butirnya bergulir di kaki si kecil

Nak …
Ku tuntun kamu jalan sehat kali ini
Agar nanti kiranya kau rela
Menuntun aku…
Ketika tua ku tak lagi dapat kupungkiri…

Ketika kelemahan raga menjadi hiasan
Yang tersematkan bersama usia

Ketika pandangan penuh kabut
Bagai embun pagi ini

Ketika telinga tidak lagi
Jelas mendengarkan
Suara gerimis pagi yang merdu
Bersama lantunan ayat kalam Illahi…

Ataupun
Kau takkan sempat melihatku menua…
Ketika malaikat maut telah hadir
Menjemput takdirku ini…

Dikehidupan yang penuh Wabah bencana
Kuselipkan do’a

Agar kiranya kita semua
Tetap semangat menyongsong
Kehidupan bagai mentari pagi…

Yang terbit penuh gairah
Walau kadang awan gelap
Menghalang sang mentari
Penuh setia menanti…
Tuk menyinari bumi…

Kan kau lihat nak…
Garis cahaya yang tajam menghujam bumi
Disela-sela tebalnya awan hitam…
Itulah kehidupan

Penuh semangat
Walau bencana di sana sini…

Geliat cahaya
Membangkitkan semangat rumput hijau
Tuk kembali tegak…

Bulir-bulir bibit
Mengeluarkan tunas tuk tumbuh kelak
Menjadi pohon yang besar kokoh dan tegap

Itulah harapan ku nak…
Jangan biarkan bencana dan wabah
Membunuh cita mu…

Kau mempunyai Rabb الله
Yang Maha Kuasa Lagi Maha Besar…
Pencipta mentari dan alam semesta…

Yang baru saja kita mengambil hikmah
Mintalah padaNya nak
Memohonlah…
Rendahkan diri dan hinakan diri dihadapanNya saja
Kita makhluk pendosa Yang tak pandai bersyukur…

Kebanyakkan kita memahami nikmat
ketika nikmat tersebut telah dicabut
Dari sisi kita…

Nikmat sehat setelah sakit
Nikmat silaturrahmi
Nikmat shalat berjamaah
Nikmat menuntut ilmu

Setelah hal tersebut terhalang…
Barulah terbayang bahwa selama ini…
Kita telah menyia nyiakan banyaknya nikmat…

Mari nak…
Rendahkan diri
Ruku, Sujud dan panjatkan do’a
Angkat tanganmu di duapertiga malam
Bermunajatlah
Lepaskan seluruh keluh kesahmu
Mengadu dan meminta
Memohon dan mengharap
Menangislah sepuas hatimu…

Lepaskan semuanya kepada Allah Rabb
Alam Semesta…
Yang Maha Mendengar
Lagi yang Maha Mengabulkan semua do’a hambaNya…

Jangan pernah engkau putus asa
Dari RahmatNya…

Inilah sedikit bekal yang engkau harus
di camkan di sanubari
Ikhlaskan hati tundukkan diri…
Sembahlah Allah Ta’alaa
Pencipta mentari kehidupan ini…

Itulah sedikit nasehat diri untuk kita semua semoga bermanfaat…

 

Saudaraku…hayoo bangkit

Semangat hidup jangan sampai pudar…

Semoga yang sakit cepat sembuh

Yang dalam kesulitan, harus bersabar dan berusaha…

Yang baru ditinggal kematian orang tua, sanak family dan sahabat, kawan dekat  dan yang lainnya
mari tetap tegar…

Jadikan semua ini ladang pahala dan selalu berbaik sangka kepada Allah Ta’alaa….

Do’akan mereka selalu…

‎إِنّا لِلَّــــهِ وَإِنَّا إِلَــــيْهِ رَاجِــــــعُوْن

Ikut berduka cita semoga Allah mengampuni dosa2nya, memaafkan kesalahannya, menerima amal ibadahnya dan memasukkannya kedalam surgaNya tak lupa kami doakan :

‎اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نزل ووسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد، ونقه من الخطايا كما نقيت الثوب الأبيض من الدنس، وأبدله دارا خيرا من داره، وأهلا خيرا من أهله، وأدخله الجنة، وأعذه من عذاب القبر وعذاب النار

Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, pasangan yang lebih baik. Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya. (HR. Muslim)

Untuk setiap diri yang lemah ini lengkapi dengan ketakinan bahwa…

“ Ketergantungan Kita HANYA Kepada Allah Ta’alaa Saja”

Dengan menunaikan Semua Kewajiban dan Meninggalkan semua Maksiat…

Jangan lupa mengamalkan Dzikir Pagi dan Petang…
Membaca Al Quran sebagai obat…
Shalat malam sebagai munajat…

Semoga goresan pena ini
Dapat sedikit menyejukkan hati
kaum muslimin dan muslimat

Untuk tetap Sabar dan Sabar Sabri Diri
di Masa Wabah ini …

Semoga bermanfaat

‎اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Dari Saudaramu
Abdurrahim Ayyub

7 Dzulhijjah 1442
di Pamulang Tang Sel

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.